Hidup Sehat Alami Tanpa Bahan Pengawet

Menuntun Anda Dan Keluarga Untuk Hidup Lebih Sehat Dan Bahagia Sekarang Dan Selamanya

Air Murni Tetap yang Paling Baik

Ditulis oleh ronnysondakh di/pada April 23, 2008

Polemik mengenai air berenergi terus meruyak. Klaim kesalahan terus dilontarkan satu sama lain, padahal bagaimanapun juga, tetap air murni yang paling baik untuk kesehatan.
Manusia membutuhkan air. Satu hal yang tidak bisa dipungkiri. Tanpa makanan manusia bisa bertahan hidup hingga tiga hari. Tanpa air, hanya satu hari angka harapan hidup orang tersebut.
Karena kebutuhan itu, wajar bila produsen penyedia air terus menjamur. Mulai dari air tawar dari pegunungan, hingga air berenergi. Air tawar bisa didatangkan dari mana-mana, baik diolah melalui proses ozonisasi, sampai diperoleh dari udara. Sementara itu, air berenergi disinyalir mampu mengembalikan kondisi tubuh, karena lelah beraktivitas.

Masalah kemudian muncul ketika air berenergi dianggap mengandung bahan pengawet berlebihan. Seperti kasus yang baru-baru ini terjadi, produsen air seperti Mizone, Zporto, Mogu-mogu, Jungle Jus, dan Zestea dipersalahkan karena tidak menerakan kandungan pengawet yang ada di dalamnya.
Kandungan pengawet itu sendiri dikenal dengan nama kalium sorbat dan natrium benzoat. Repotnya kemudian diperkirakan kandungan pengawet dalam air minum tersebut bisa memicu penyakit berbahaya seperti Lupus.
“Tiap bahan pengawet dalam makanan telah melalui proses uji yang disebut batas asupan yang dapat diterima tubuh per hari, atau dikenal Acceptable Daily Intake (ADI),” jelas Prof Dr Fransiska Zakaria, ahli toksikologi makanan.
Dengan perhitungan itu, sebenarnya bahan pengawet dari produk minuman energi yang disebutkan memiliki resiko penyakit terhadap pemakainya tidak perlu dikhawatirkan.

Pada kasus minuman berenergi seperti Mizone misalnya, menurut Fransiska, masih memenuhi standar dasar keamanan kesehatan. “Seperti kalium sorbat, menurut peraturan maksimal hanya bisa dikonsumsi hingga 25 miligram per kilogram di kali berat badan,” ujarnya.
“Jadi kalau tubuh kita memiliki berat 60 kilogram, tinggal dikali dengan 25. Sama dengan 1.500 miligram, hasil ini merupakan angka yang layak bagi seseorang mengkonsumsi kalium sorbat per hari,” paparnya, Rabu (6/12) lalu.
Mizone diketahui mengandung kalium sorbat 100 mg/liter. Maka untuk mencapai taraf maksimum mengkonsumsi Serbat, paling tidak ia membutuhkan 15 liter Mizone, dan ini berarti sama dengan 30 botol per harinya.
Sementara untuk natrium benzoat, angka ADI maksimal yang bisa dikonsumsi hanya 5 miligram perberat badan. Dengan penghitungan yang sama, natrium benzoat paling maksimal yang bisa dikonsumsi masyarakat mencapai angka 300 miligram per hari botol Mizone sendiri saat ini terdapat 100 miligram natrium benzoat per liter. Ini berarti membutuhkan paling tidak tiga liter per hari, atau sama dengan mengonsumsi enam botol minuman berenergi per hari.

Angka-angka tersebut pada kenyataannya sangat sulit benar terjadi pada masyarakat. Ini diperkuat oleh data yang dikeluarkan oleh Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), baru-baru ini. Menurut mereka dari 800 responden yang ditanyakan, 52,5 persen mengaku dalam sebulan hanya mengonsumsi minuman kemasan sebanyak 10 kali.

Bukti-bukti mengenai minuman berenergi yang bisa menyebabkan penyakit memang menjadi samar. Masing-masing pihak kemudian mengklaim menjadi yang paling benar. Untuk menutupi kekurangan ini, rencananya pihak Mizone sendiri berencana menarik semua produknya.
Karena mereka mengakui, tidak mencantumkan salah satu dari bahan pengawet tersebut dalam kemasan mereka.
Sementara itu, menurut Zakaria sendiri, meminum air yang terbaik itu tetaplah pada jenis air murni. “Jangan paksakan tubuh menerima banyak zat kimia, karena akan sangat sulit juga mengeluarkannya,” kata beliau. 

Oleh : Sulung Prasetyo
 

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>